XXY JOURNEY PROBLEMATIKA INDIVIDU INTERSEKS DALAM DRAWING DENGAN METODE AUTOETNOGRAFI
Abstract
Keberadaan individu interseks berikut segala isu yang terkait dengan eksistensi mereka bukanlah hal yang baru dalam masyarakat, eksistensi interseks adalah sebuah kasus nyata dan bukan hanya dongeng tentang hermaprodit yang berasal dari mitologi Yunani. Pada abad 8 M, catatan keputusan hukum Islam membahas individu-individu yang dikenal dalam bahasa Arab sebagai khuntha dan PBB menyatakan sekitar 1,7% penduduk dunia adalah interseks. Dalam istilah Bahasa Indonesia, seringkali digunakan istilah kerancuan kelamin atau kelamin ganda. Interseks atau saat ini disebut DSD (Disorders of Sex Development). Latar belakang penulis yang terlahir interseks dengan kromosom 47XXY chromosome mosaicism penulis terdorong untuk berbagi pengalaman, mengalami sebagai individu interseks memaparkan kompleksitas dan problematika individu interseks dari masa anak-anak hingga dewasa, dengan pendekatan yaitu metode autoetnografi dalam penciptaan karya drawing dengan visual self portrait, penerapan metode Autoethografi juga dilakukan untuk memahami diri sendiri (self-narative) melalui penciptaan karya drawing
Kata kunci: Interseks, Autoetnografi, drawing.
Full Text:
PDFReferences
Adams E Tony, Stacy Holman Jones, Carolyn Ellis. (2015). Autoethnography Understanding Qualtative Research, Oxford University, New york.
Berenbaum, S. A., & Hines, M. (1992). Early Androgens Are Related To Childhood Sex-Typed Toy Preferences. Psychological Science, 3(3), 203–206
Butler, J. (1990) Gender Trouble: Feminism and the Subversion of Identity. Routledge, London.
Butler, J. (1993) Bodies that matter: On the discursive limits of sex. Routledge, New york
Burr, V. (1995) An Introduction to Social Constructionism. Routledge, London.
Sedgwick, Eve kosofsky, ( 1990 )Epistimology Of The Closet, California, Los Angeles
Califia, P. (1997) Sex Changes: The Politics of Transgenderism. Cleis Press, California.
Crouch, R. (1998) Betwixt and Between: Reflections on Intersexuality. Journal of Clinical Ethics Vol. 9 (4): p. 372-384
Goffman, E. (1963) Stigma: Notes on the Management of Spoiled Identity. Englewood Cliffs, N.J.: Prentice-Hall. Medical Treatment of Conjoined Twins. Studies in History and Philosophy of Biology and Biomedical Science Vol. 29 (1) p. 1-29.
Dreger, A.D. (1999a) ‘Ambiguous Sex’ - or Ambivalent Medicine?Ethical Problems in the Treatment of Intersexuality. In Meaning and Medicine: A Reader in the Philosophy of Health Care, edited by J. L. Nelson and H. L. Nelson. New York, Routledge.
Dreger, A.D. (1999b) When Medicine Goes Too Far in the Pursuit of Normality. Health
Henriques, J., Hollway, W. Urwin, C. Venn, C. & V. Walkerdine, (1984) Changing
the Subject: Psychology, Social Regulation and Subjectivity. Metheun, London.
Hird, M. (2000) Intersexuality, transexualism and the'sex'/'gender' binary. Feminist Theory.London, Sage.Cohen-Kettenis, P. T. (2010).Psychosocial and psychosexual aspects of disorders of sex development. Best Practice & Research. Clinical Endocrinology & Metabolism, 24(2), 325–34.
Lee, K., (2000). How sexually dimorphic are we? Review and synthesis. American
Susanto,Mike. 2002. Diksi rupa :kumpulan istilah seni rupa. Yogyakarta: kanisius.
Sutanto,dkk.1995.Drawing : The Ignored art.jakart :The Jakarta Post.
Marianto,M Dwi. 2002. Seni Kritik Seni. Yogyakarta: lembaga penelitian ISI Yogyakarta
DOI: https://doi.org/10.24821/jocia.v6i1.3900
Article Metrics
Abstract view : 0 timesPDF - 0 times
Refbacks
- There are currently no refbacks.
ISSN 2442-3394 (media cetak) || ISSN 2442-3637 (media online)