Catatan Harian Dalam Lukisan

Lilik Setyawan 0811925021

Abstract


Sebagai makhluk dengan potensi psikologi, manusia mempunyai sesuatu yang menarik untuk disadari dan digali. Salah satu media yang dapat menjadi penggali atau “penyadar” adalah seni, dengan seni seseorang akan menggerakan bawah sadarnya menuju pada kesadaran baru tentang keindahan atau dalam karya, setidak-tidaknya bagi seorang seniman dia sadar mempunyai wilayah atau berada pada lingkup kesenian, sehingga dapat dipahami, bahwa seni juga merupakan media untuk mengenali diri dalam arti yang sebenarnya, yakni mampu menjangkau wilayah psikologi dengan pendekatan yang halus. Buku harian yang pada awalnya berangkat dari keinginan untuk menulis, berkembang dari berbagai fungsi utama hingga media mengenal diri, demkian dapat dinamakan fungsi spiritual. Adapun relevansinya dengan seni lukis yang saya kerjakan, melukis dan menulis catatan harian bagi adalah dua aktivitas yang tak terpisahkan, yang artinya, seni lukis merupakan suatu bidang yang dipilih sebelum menulis catatan harian, meskipun stimulus yang memancing untuk menulis catatan harian sudah ada ketika melukis, yaitu kesenangan membaca, dan bacaan itu pun berpengaruh bagi proses kreatif dalam melukis. Sedangkan mengenai catatan harian, pada kenyataannya sangat banyak memberi kontribusi bagi seni lukis yang dijalankan, khususnya dalam hal ide. Dengan demikian dapat dipahami, bahwa dalam seni lukis, catatan harian dan diri sendiri terdapat benang-benang merah yang saling menghubungkan, ketiga elemen tersebut saling membutuhkan dan melengkapi. Begitu kompleks materi manusia sebagai makhluk hidup sangat penting untuk ditelusuri atau dieksplor dalam suatu media yang dapat mengkomunikasikannya dengan masyarakat, salah satunya seni, bukankah ada suatu sisi hakikat seni adalah sebuah pencarian diri. Tentu dengan seni akan terjadi komunikasi yang bebas dan indah. Seburuk apapun pengalaman hidup akan menjadi indah bila diaplikasikan dalam praktik dan pengetahuan seni, se sia-sia apapun akan menjadi kebermanfaatan, seindah apapun suatu pengalaman tak perlu menjadi euphoria dalam hidup. Pemahaman-pemahaman tersebut membawa diri untuk lebih menghargai keberadaan hidup.

 

Kata kunci : seni lukis, garis, warna, tekstur


References


http://digilib.isi.ac.id/




DOI: https://doi.org/10.24821/srs.v0i0.1163

Article Metrics

Abstract view : 0 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.






UPT Perpustakaan ISI Yogyakarta

Jl. Parangtritis KM 6,5 Yogyakarta

email: lib@isi.ac.id website: http://lib.isi.ac.id